dina hervita

Saya guru di Jakarta Selatan. Ingin berpartisipasi di gerakan literasi. Jargon gemar membaca hanya akan menjadi tulisan tanpa makna jika guru tidak berperan akt...

Selengkapnya
STAN Bukan Pilihanku

STAN Bukan Pilihanku

Kami biasa memanggilnya Abang Bejo. Ia adalah putra sulung kami. Alhamdulillah ia termasuk yang beruntung karena berhasil masuk di dua lembaga perguruan tinggi kedinasan bergengsi yaitu STAN dan Polbangtan deptan. Awalnya kami tidak tahu akan polbangtan itu. Terus terang kami sedikit meremehkannya. Dan disinilah cerita dimulai.

Pagi itu saya ingat hari Sabtu adalah jadwal pengumuman lolos ujian masuk Polbangtan deptan. Abang Bejo sudah nervous semalaman. Saya melihat ia sholat Tahajud untuk menenangkan dirinya sambil berpasrah dan membaca Qur'annya. Dan saya iseng membuka laptop dan mengecek linknya. Ternyata sudah keluar pengumumannya. Sedikit berteriak memanggilnya, "Jo.. Jo... Sudah ada nih pengumumannya." lalu ia menjawab., "Mah tunggu subuh ya baru kita buka sama-sama. "

"Oke." Jawabku

Setelah selesai sholat subuh, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk mendampingi Abang Bejo. Suasana terasa mencekam.

"Ada ga bang ..namanya ?" tanyaku

"Sabar dong mah lagi dicari nih. " balasnya.

Kami semua cemas. Lalu tiba-tiba ia berteriak, Alhamdulillah aku lolos. "

Kami semua senang mendengarnya. Tapi dalam hati masih bertanya Polbangtan itu apa ya..? Btw tetap bersyukur atas berkah pada saat itu.

Selang satu minggu kemudian giliran pengumuman STAN. Kami tidak terlalu kaget karena Bang Bejo sudah lolos sampai tahap 5 di ujian tertulisnya. Iapun lolos lagi. Ia diterima di kementrian keuangan jurusan akutansi.

Abang Bejo berada pada dilema berat dalam memilih masa depannya. Otomatis kami semua yakin ia akan memilih STAN. Kami sudah meracuninya dengan beberapa cerita keberhasilan lulusan STAN. Bahkan kami juga sudah membuat semacam selamatan kecil-kecilan untuk rasa syukur diterima di STAN itu.

Beberapa hari jelang pendaftaran ulang, Bang Bejo mendatangi kami, katanya mau bicara serius. Loh kok tumben, pikirku. Ada apa ya...?

"Mah.. Yah. Aku sudah ambil keputusan. Aku sudah istikharoh beberapa kali memohon petunjuk Allah. Sekarang aku udah yakin dengan pilihanku. Insya Allah ini yang terbaik."katanya

Kami orang tuanya hanya terbengong-bengong melihat raut wajahnya penuh tanda tanya.

"Ya, nak. Kami akan dengarkan apa keputusanmu. Apapun adalah hak kamu karena kamu yang akan menjalani prosesnya. Kami tidak bisa memaksa dan mengintervensi pilihanmu. Sekarang katakan apa keputusanmu." jawabku sambil berpandang-pandangan dengan ayahnya.

"Mah.. Aku mantap pilih Polbangtan. Aku ga pilih STAN ga papa kan mah." Ujarnya dengan penuh harap.

"Whaat... Ga pilih STAN. Kamu yakin.. ?", sahutku tak mengerti

"Apa kamu sudah pikirkan masak-masak. Jangan salah ambil keputusan loh. Jutaan anak memimpikan bisa masuk STAN bahkan mereka rela membaya uang les puluhan juta untuk bisa masuk agar anaknya bisa diterima. Lah ini kamu sudah lolos dengan lancar malah menolaknya. Aneh banget sih kamu... Haddeh," kataku marah.

Suasana terasa genting saat itu. Aku benar-benar tidak ikhlas ia melepaskan kesempatan emasnya begitu saja.

"Lalu kamu ambil Polbangtan. Memangnya kamu tau apa tentang Polbangtan. Apa keistimewaanya dibandingkan STAN. Mama belum pernah dengar tentangnya sama sekali." Lanjutku tidak mengerti.

"Mah.. Polbangtan itu Politeknik ketahanan pangan deptan. Pemerintah sedang memprioritaskan utk mencetak sdmnya. Abang yakin akan sukses dg pilihan ini. Hasil istikharoh beberapa hari condong kesini mah. Please.. ."

Aku tidak menjawab, masih bingung dan diluar dugaan. Terus terang STAN adalah prestise buatku. Calon pejabat dan banyak uang. Sebenarnya apa Polbangtan itu ya... tambah pusing aku dibuatnya.

Ayahnya anak-anak berusaha menengahi kami. Katanya, "Mah...aku sudah searching tentang Polbangtan sebelumnya. Menurut ayah, tempat itu cukup menjanjikan. Polbangtan itu adalah sekolah kedinasan dibawah naungan deptan. Tempatnya di Bogor. Prodinya banyak. Mahasiswanya dijamin dengan berbagai fasilitas, diantaranya ada asrama, makan 3 kali sehari, kedisplinan tinggi, dosennya juga banyak doktor lulusan luar negeri dan satu lagi mah, kuliah disana itu ga bayar...alias gratiss. Tuh! mana ada jaman sekarang kuliah gratis 0% tapi kualitas terbaik. Bener ma..kata abang memang sedang diprioritaskan bidang pertanian. Sudahlah ga perlu dikhawatirkan. Kita terima saja pilihan sekolahnya. Toh dia yang menjalani prosesnya. Dan lagi kalau dia menerima STAN namun setengah hati, dia bisa kena DO atau berhenti ditengah jalan, jika sudah demikian siapa yang harus disalahkan???!"

"au ah yah...," sahutku sambil masuk ke kamar.

Setelahnya aku mulai mencari tahu tentang Polbangtan pilihan anakku. Apa sih Polbangtan itu, Apa keistimewaannya hingga Bang Bejo memilihnya.

Aku searching via google, mencari info sebanyak-banyaknya. Aku benar-benar kepo dibuatnya. Dari sebuah link aku baru tahu bahwa anakku adalah salah satu dari 13.000 peserta yang ikut seleksi masuk Polbangtan. Quota hanya 157 orang untuk wilayah Bogor dab Bang Bejo ada di salah seorang yang masuk dalam quota itu. Masya Allah...begitu beruntungnya dia mampu menyisihkan semua kompetitornya. Mengapa aku tidak bisa menghargainya kesungguhannya. Ya Allah maafkan aku.

Hari berikutnya aku kembali menelusuri berbagai link tentang Polbangtan. Aku terhenyak pada sebuah link yang mengatakan komitmen pemerintah untuk menciptakan tenaga ahli pertanian lewat Polbangtan dengan menyiapkan dana sebesar Rp 77.000.000/anak/tahun artinya fasilitas prima akan didapatkannya sepanjang ia menjadi mahasiswa Polbangtan. Namun aturan ketat juga diberlakukan disana antara lain tidak diperkenankan menikah selama menjadi mahasiswa, jika ketahuan berpacaran akan dikenai sanksi dikeluarkan dan wajib mengembalikan seluruh biaya pendidikannya. hmm ketat juga ya.

sekarang Abang Bejo sudah menjadi mahasiswa S1 Polbangtan Bogor prodi agribisnis holtikultura. Aku tidak menyesal mengikhlaskannya untuk menuntut ilmu sesuai pilihannya karena aku melihat ia begitu bahagia menikmati prosesnya. Semoga saja dilancarkan hingga garis finish dan sukses diraih di masa depan. Kami mendoakan kamu selalu Abang bejo kesayangan dan matahari kami sekeluarga. Amin ya Rabbal Alamin...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sukses selalu untuk putranya, aamiin

01 Nov
Balas

Luar biasa... Hebat. Semoga sukses

27 Oct
Balas

Membagakan sekali, insyaallah sukses. Barakallah

26 Oct
Balas

Terima kasih bunda.. . Semoga menginspirasi. Amkn yra

27 Oct

Ikut berbahagia Bun...semoga putranya sukses...Barakallah...

26 Oct
Balas

Smoga sukses abang bejo

27 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali